TUGAS KELOMPOK
Nama Kelompok : Ria
Widya Ningsih (116210037)
Sesti Ardina (116211702)
1. JUDUL : ANALISIS MAKNA DAN SYIRIK DALAM MANTRA PENGOBATAN
DESA PANGKALAN BARU KECAMATAN SIAK
HULU
2. LATAR BELAKANG
Mantra adalah sebagai sastra lisan yang
berbentuk puisi bebas yang memiliki kekuatan gaib. Mantra kaya akan makna, di
antaranya yaitu makna leksikal, makna gramatikal, dan makna kontekstual. Makna
tersebut saling berkaitan untuk menelaah jenis makna dan syirik dalam suatu
mantra. Keunikan dari mantra yaitu penggunaan kata, baik berbentuk reduplikasi
maupun tidak. Penggunaan kata di dalam mantra juga harus sesuai dengan
konteksnya. Dengan adanya makna gramtikal maka semakin memperjelas tujuan dari
penggunaan mantra yang mengarah pada perbuatan syirik.
Jenis syirik dalam mantra pengobatan
Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu kabupaten Kampar dapat dilihat dari
contoh berikut, yaitu dalam mantra Obat Palosik. Awal pembacaan mantra
menggunakan Basmallah, pembacaan Basmallah di setiap aktifitas adalah perbuatan
terpuji, karena setiap ayat Al-Qur’an pun diawali dengan Basmallah. Namun,
apabila kata Basmallah tersebut digunakan untuk memulai pemujaan terhadap
makhluk gaib dan diikuti dengan kata yang tidak dipahami, maka hal tersebut
termasuk pada syirik besar. Seperti mantra berikut:
Bismillahirrohmanirrrahiim
Sibiasau
namo mamak engkau
Simanyolai namo bapak engkau
Ughibali
katuban dagha
Meambulah engkau sebaliak bukik iko
Engkau
yang menggosok kain kociak amak engkau
Mangkubuo
aku manulak antu palosik
Dalam
batang tubuh anak sidang manusio
Gughu
mangkobuo dek aku pun tajam
Tajam
barokat laillahaillahu.
Masyarakat Desa Pangkalan Baru
Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar merupakan suatu desa yang masih
mempercayai bahwa keampuhan mantra yang dibacakan oleh dukun. Menurut
masyarakat di Desa Pangkalan Baru, mantra menjadi bagian dari kehidupan mereka
untuk tetap menjaga tradisi nenek moyang, karena setiap yang ingin dilakukan
selalu menggunakan mantra terutama dalam kegiatan pengobatan. Masyarakat
percaya bahwa mantra dapat mengobati berbagai macam penyakit, bahkan penyakit
yang tidak dapat dideteksi oleh medis atau dokter. .
Jalil dan Rahman (2001:1) mengatakan:
Mantra merupakan
sastra lisan. Sastra lisan adalah susastra yang perkembangannya secara lisan
atau dari mulut ke mulut. Sastra lisan ini di nusantara yang paling awal
dikenal dan dikembangkan oleh masyarakat tradisional, sebagai pakar lain
menyebutnya dengan sastra rakyat.
Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoretis maupun praktis. Secara
teoretis untuk memahami tentang makna dan dan Syirik Dalam Mantra Pengobatan Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak
Hulu. Secara praktis hasil penelitian ini bermanfaat sebagai bahan bacaan untuk
seluruh pembaca bagi penulis.
3.
Masalah
Berdasarkan uraian dari latar
belakang, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu:
1. Apa sajakah makna
leksikal yang terdapat dalam Mantra Pengobatan Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu
Kabupaten Kampar?
2. Apa sajakah makna
gramatikal yang terdapat dalam Mantra Pengobatan Desa Pangkalan Baru Kecamatan
Siak Hulu Kabupaten Kampar?
3. Apa sajakah makna
kontekstual yang terdapat dalam Mantra Pengobatan Desa Pangkalan Baru Kecamatan
Siak Hulu Kabupaten Kampar?
4. Bagaimanakah
unsur syirik yang terdapat dalam Mantra Pengobatan Desa Pangkalan Baru
Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar?
- 4. Tujuan
Secara umum tujuan penelitian adalah untuk memperoleh data
tentang makna dan syirik yang terdapat dalam Mantra Pengobatan Desa Pangkalan
Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Tujuan penelitian ini secara khusus
yaitu:
1. Untuk
mendeskripsikan dan menganalisis makna leksikal dalam Mantra Pengobatan DesaPangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.
2. Untuk
mendeskripsikan dan menganalisis makna gramatikal dalam Mantra Pengobatan Desa
Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.
3. Untuk
mendeskripsikan dan menganalisis makna kontekstual dalam Mantra Pengobatan Desa
Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.
4. Untuk
mendeskripsikan dan menganalisis unsur syirik dalam Mantra Pengobatan Desa
Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.
5. Teknik
Pengumpulan Data dan Analisis Data
a.
Teknik pengumpulan
data
Teknik yang penulis gunakan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Teknik
Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian Mantra
Pengobatan Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar yang
dilakukan pada tanggal 18 Maret 2013;
2. Teknik
wawancara yaitu dengan melakukan tanya jawab kepada narasumber yaitu tiga orang
dukun di Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar guna
mengetahui mantra pengobatan dan untuk menganalisisnya;
3. Teknik
rekaman yaitu dilakukan untuk mendapatkan mantra pengobatan secara utuh kepada
dukun yang membaca mantra.
- Teknik Analisis Data
Setelah data mantra dikumpulkan,
kemudian dianalisis sebagai berikut:
1. Mentranskripsikan
data Mantra Pengobatan Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar
dari bahasa lisan ke bahasa tulisan untuk mempermudah dalam pengolahan data;
2. Mengalihbahasakan
dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia;
3. Mengelompokkan
data Mantra Pengobatan Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar
berdasarkan masalah yang diteliti;
4. Mendeskripsikan
dan menganalisis data mantra yang telah dikelompokkan sesuai dengan teori yang
relevan;
5. Menyimpulkan
hasil analisis Mantra Pengobatan Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu
Kabupaten Kampar;
6. Membuat
laporan atau hasil penelitian sesuai dengan masalah yang diteliti.
6.
Analisis Data
1. Analisis
Makna Leksikal dalam Mantra Pengobatan Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu
Kabupaten Kampar.
Makna leksikal yaitu makna yang sebenarnya atau makna yang
terdapat dalam kamus. Suwandi (2008: 68) mengatakan, “Makna Leksikal adalah
makna leksem ketika leksem tersebut berdiri sendiri, baik dalam bentuk dasar
maupun bentuk derivasi dan maknanya kurang lebih tetap seperti yang terdapat
dalam kamus”. Salah satu kata yang terdapat dalam Mantra Pengobatan Desa
Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar adalah “pucuk”. Kata pucuk merupakan
kata yang termasuk pada makna leksikal karena kata pucuk dapat berdiri sendiri.
Kata pucuk ini terdapat pada mantra ubek tekekolu baris kedua dalam kalimat tuku setakal pucuk amo-amo. Adapun makna
dari kata pucuk adalah daun muda (di puncak pohon atau di ujung ranting)
(Depdiknas, 2008: 1111). Namun, dalam mantra ubek tekekolu, kata pucuk
dimaksudkan kepada pucuk amo-amo yang membuat si penyakit menjadi sakit.
2. Analisis
Makna Gramatikal dalam Mantra Pengobatan Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu
Kabupaten Kampar.
Makna gramatikal merupakan makna yang muncul sebagai hasil
proses makna gramatikal, seperti afiksasi. Misalnya, kata presiden dibubuhi
konfiks ke-an menjadi kepresidenan yang menyatakan makna ‘tempat’. Makna
gramatikal muncul dari berfungsinya sebuah kata dalam kalimat. Suwandi (2008:
69) mengatakan, “Makna gramatikal adalah makna yang muncul sebagai akibat
befungsinya sebuah leksem di dalam kalimat”.
Salah satu kata yang terdapat dalam Mantra Pengobatan Desa
Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar adalah “amo-amo”. Kata amo-amo merupakan
bentuk reduplikasi. Makna dari kata amo-amo
yaitu sejenis kupu-kupu yang meninggalkan virus atau debu yang disebut amo-amo dan dapat mendatangkan penyakit
bagi seseorang. Kata amo-amo tersebut
dapat ditemukan pada mantra ubek takekolu
baris kedua dalam kalimat tuku setakal
pucuk amo-amo. Makna gramtikal amo-amo
pada mantra tersebut ialah sejenis debu atau virus yang dibawa oleh kupu-kupu
yang dapat mendatangkan penyakit bagi seseorang.
3. Analisis
Makna kontekstual dalam Mantra Pengobatan Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak
Hulu Kabupaten Kampar.
Makna kontekstual yaitu makna kata yang sesuatu dengan
situasi. Suwandi (2008: 72) mengatakan, “Makna kontekstual adalah makna kata
yang sesuai dengan konteksnya”. Salah satu kata yang terdapat dalam Mantra
Pengobatan Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar adalah “kiakok”. Kata kiakok artinya yaitu anak sirih yang masih kecil baik yang memanjat
di suatu pohon maupun yang menjalar di bawah. Namun dalam keseharian kata kiakok jarang digunakan lagi. Masyarakat
cenderung menyebut anak sirih untuk menyatakan kata kiakok. Kata kiakok hanya
dipakai dalam sebuah mantra. Penggunaan kata tersebut sesuai dengan konteks
kalimatnya yaitu digunakan dalam sebuah mantra dan tidak dugunakan dalam bahasa
sehari-hari. Kata kiakok terdapat
dalam mantra ubek piamam pada baris
kedua dalam kalimat kiakok tumbuh di batu.
4. Analisis
Syirik dalam Mantra Pengobatan Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu
Kabupaten Kampar.
Teori yang digunakan sebagai acuan untuk menganalisis syirik
dalam Mantra Pengobatan Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten
Kampar yaitu sebagai berikut:
Asy-Syahawi
(2001: 109) mengatakan,
a. Membaca
azimat-azimat dan mantera-mantera yang bukan bahasa Arab dan artinya tidak
dipahami. Hal itu termasuk kufur, musyrik, dan sesat, mengagungkan setan,
menghambakan diri dan menyembah setan, serta melanggar ajaran Allah dan
Rasul..... c. Mencampuradukkan ayat suci Al-Qur’an dengan kata-kata yang artinya
tidak dipahami. Hal ini jelas mengandung kemusyrikan.
1. Mantra
ubek tekekolu mengandung unsur syirik yaitu:
Pada mantra dapat dilihat diawal menggunakan ayat suci
Al-Qur’an yaitu basmallah. Basmallah merupakan ayat suci Al-Qur’an yang biasa
digunakan untuk mengawali perbuatan terpuji atau pembacaan Al-Qur’an. Apabila
kata basmallah digunakan untuk memulai pemujaan terhadap makhluk gaib dan
diikuti oleh kata-kata yang tidak dipahami dalam hal ini yaitu kata (panjau)
maka hal ini termasuk pada perbuatan syirik. Hal ini sesuai dengan yang
dikatakan oleh Asy-Syahawi bahwa salah satu hal yang dikatakan syirik adalah
mencampuradukkan ayat suci Al-Qur’an dengan kata yang tidak dipahami, ayat
Al-Qur’an itu dapat dilihat dari mantra Ubek Tekekolu yaitu basmallah dan
laillahaillallah.
7. Kesimpulan
Berdasarkan analisis mantra
pengobatan di Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar dengan
judul Analisis Makna dan Syirik dalam mantra pengobatan di Desa Pangkalan Baru
Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, maka penulis dapat menarik kesimpulan
sebagai beikut:
1. Makna
leksikal dalam mantra pengobatan di Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu
Kabupaten Kampar terdapat beberapa kata yang terdiri dari nomina, verba,
adjektiva, partikel, pronomina, dan adverbia. Contoh kata yang bermakna
leksikal nomina adalah tuku, pucuk, antu,
dan sebagainya. Contoh kata makna leksikal verba ialah pulang, datang, tumbuh, dan sebagainya. Contoh kata makna leksikal
adjektiva adalah tajam, tumpul, tinggi,
dan sebagainya. Contoh makna leksikal pronomina ialah aku, engkau. Contoh makna leksikal edverbia ialah tak, paling. Contoh makna leksikal
partikel ialah: berkat, kok, pado, dan
sebagainya.
2. Makna
gramatikal pada pengobatan Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten
Kampar hampir keseluruhan maknanya mengarah pada tujuan, pemberitahuan atau
penjelasan. Namun ada juga sebagian kata yang tidak termasuk pada makna
gramatikal. Contoh kata yang bermakna gramatikal ialah setakal, amo-amo, membuek, dan sebagainya.
3. Kata
yang termasuk pada makna kontekstual diantaranya panjau, sibiasau, simanyolai, dan sebagainya. Contoh kata yang
bermakna leksikal, gramatikal dan kontekstual terdapat dalam mantra Obat
Keteguran, Obat Muntah-Muntah, Obat Penghilang Grogi (gemu’u), Obat Gembung
Mendadak, Obat Bisa Lipan, Obat Sampu.
4. Mantra
pengobatan di Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar
mengandung unsur perbuatan syirik yang termasuk pada syirik besar karena Allah
adalah perbuatan dosa besar. Keseluruhan mantra merupakan perbuatan syirik, hal
ini dapat dilihat dari kata-kata yang digunakan dan ritual-ritual atau
sesembahan yang dilakukan oleh dukun. Di dalam mantra sang dukun
mencampuradukkan ayat suci Al-Qur’an dengan kata-kata yang tidak dipahami, atau
kata-kata yang mengarah pada penyembahan makhluk gaib. Dalam mantra tersebut
dukun meminta pertolongan kepada makhluk gaib itu, padahal kita tahu bahwa
tidak ada tempat mengadu selain kepada Allah, karena Allah Maha Segalanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar